Pundak Siapa Yang Bisa Disandari?
selama ini, sejauh ini aku masih terus bertanya dan masih terus mencari jawaban dari pertanyaan itu.
pundak siapa yang bisa ku sandari?
ahhhh...
padahal manusia di dunia bukan hanya satu, dan mereka juga punya pundak yang bisa aku sandari semauku, benar bukan?
tapi mengapa aku tidak melakukan itu? bahkan hingga detik ini aku tidak melakukan itu, kenapa?
apa yang membuatku menahan diri?
apa yang membuatku tidak memberanikan diri melakukan itu?
mungkin sebagian orang juga berfikir seperti itu, atau kah hanya aku yang berfikir seperti itu?
jika memang hanya aku, ternyata aku orang aneh yang sangat gabut memikirkan hal konyol itu...
tapi ya sudah~~
anggap saja aku melatih otak ku agar semakin tajam memikirkan hal yang tidak terduga...
tapi jika kalian menjadi aku, kalian juga akan menerka-nerka "PUNDAK SIAPA YANG BISA DISANDARI?"
setiap kali aku berjalan kesana kemari dan bertemu banyak laki-laki, aku selalu melihat pundak mereka. sehingga aku bisa mengenal banyak macam pundak yang dimiliki setiap laki-laki yang ku temui. ada yang memiliki pundak lebar dan gagah...
ada yang memiliki pundak kecil namun terlihat gagah...
ada yang memiliki pundak lemas entah karena pundak nya sudah ia gunakan untuk menahan beban hidup nya sendiri atau bagaimana...
ada yang memiliki pundak yang tegap seperti pundak yang memang sudah didesain untuk melindungi orang lain...
dan banyak lagi, mungkin jika ku tulis semua disini akan sangat panjang dan lebar...
tapi yang pasti saat melihat pundak-pundak itu aku tidak tertarik sama sekali untuk menjadikan itu sandaran ku. aku kembali bertanya, kenapa aku seperti itu?
lama aku berdiam sambil terus berbicara dengan hati ku sendiri, aku mulai mengerti dan menyusun jawaban ku sendiri yang bisa masuk di akal gila ku ini.
ternyata, pundak itu bukan milikku
ternyata, pundak itu bukan pundak yang aku mau
lantas pundak seperti apa yang aku mau dan menjadi milikku?
aku menerawang ke masa lalu yang sempat membawa ku kearah bahagia, meskipun hanya sementara.
aku menatap postur tubuh laki-laki yang bersama ku pada saat itu.
aku terfokus pada pundak milik mereka, ternyata pundak mereka berbeda-beda...
tidak ada yang sama? benar, tidak ada yang sama
tapi mengapa aku bisa jatuh cinta kepada mereka pada saat itu...
jika aku jatuh cinta karena pundak nya, sudah pasti aku akan mencari mereka yang memiliki pundak yang sama
tapi mereka memiliki pundak yang berbeda-beda...
ahhh ayolahh...
aku kembali berbicara dengan hatiku, kali ini aku sembari menutup mataku. berharap aku bisa berbicara lebih dalam lagi kepada hatiku.
deg deg deg deg...
aku bisa merasakan detak jantung ku semakin terasa nyata...
tiba-tiba aku merasakan sesak di dada ku, apa ini?
aku memejamkan mataku semakin lekat menahan sakit yang ku rasakan...
tiba-tiba seluet bayangan muncul di otak ku...
aku bisa melihat senyum cerah ku disana, aku terlihat sangat bahagia bersama dengan para pemilik pundak itu di masa lalu ku...
aku tertawa, bercerita kesana kemari tiada henti. aku merasa seperti aku sangat nyaman di kala itu?
apa yang terjadi disana?
oh? aku merasakan sesuatu kembali...
ahhh, apa benar? ini tentang rasa?
pundak? rasa? apa hubungannya?
aku menyadari sesuatu, benar ini tentang rasa.
bukan tentang tampilan pundak seperti apa, bukan tentang segagah apa pundak nya.
itulah mengapa aku tidak tertarik bersandar saat aku melihat pundak orang lain
karena aku tidak ada rasa kepada pemilik pundak itu...
aku selalu tertarik kepada pemilik pundak yang selalu bisa memberikan ku kenyaman dan ketenangan
aku selalu tertarik kepada pemilik pundak yang mampu membantu menahan mengangkat kembali pundakku yang sudah hampir jatuh
aku selalu tertarik kepada pemilik pundak yang bersedia memberikan pundak nya untuk ku sandari sementara
aku? aku selalu tertarik kepada pemilik pundak yang tidak gampang menyerah
tapi, senyum ku terukir...
ternyata yang lebih penting adalah aku selalu tertarik kepada pundak mu...
pemilik pundak yang jika dibandingkan postur pundak nya dengan orang lain, pundak nya akan kalah bahkan tidak akan pernah menang...
pundak nya yang juga sudah terlihat lelah menahan beban yang ia bawa selama ini...
aku tertarik dengan pundak itu
aku tertarik dengan pundak laki-laki itu, bu.
sekali lagi, ini tentang rasa...
jadi?
Pundak Siapa Yang Bisa Disandari? pundak yang memiliki rasa...
~AileenV.~
Komentar
Posting Komentar